SEJARAH DESA

Sejarah Desa

Desa Purwosari adalah suatu desa yang dahulu konon ceritanya adalah sebuah hutan lindung yang mana daerah tersebut adalah tempat persembunyian para alim ulama yang berjuang melawan penjajah, sehingga kehidupan masyarakat dalam sendi agama Islam berjalan baik.

Namun pada suatu ketika terjadi perebutan atau perselisihan yang terjadi diantara pengikut para ulama tersebut sehingga pada tahun 1967 s/d 1972 terjadi paceklik, pertanian lumpuh total, para petani penggarap sawah tidak lagi menanam padi karena jebolnya bendungan Kali Wadas, petani menanam palawija, jagung, singkong, kedelai dan labu, sehingga masyarakat sangat minus (kurang pangan), sehingga pada tahun 1973 ada perubahan, setelah bendungan kaliwadas berhasil dibangun kembali dan petani mulai menanam padi karena sebagian besar masyarakat Desa Purwosari hanya mengandalkan dari hasil pertanian, orang yang mampu bisa dihitung dengan jari, antara lain PNS dan TNI dan POLRI

Perlu diketahui bahwa Desa Purwosari adalah desa IDT, sebagai desa tertinggal tentu saja banyak membutuhkan penyesuaian agar setara dengan desa yang sudah maju.

Tahun 2000, Desa Purwosari banyak terdapat pengrajin atau pengelolaan tempe keripik yang mana komoditi ini banyak menyerap tenaga kerja terutama ibu – ibu.

Tahun 2005 mendapat dana infrastrutur imbal swadaya sehingga jalan-jalan yang semula makadam bisa bisa dilaksanakan pengaspalan.

Dan pembagunan tempat peribadatan (mushola) disetiap RT sudah terpenuhi, pembagunan–pembangunan lainya dilingkungan masyarakat, jalan setapak, jalan tembus, jalan lingkar merupakan jalur transportasi antar desa dan perluasan pemukiman penduduk yang selama ini masih banyak pekarangan yang kosong, karena tidak adanya akses jalan yag memadai. Pavingisasi, drainase mewarnai gang–gang kecil yang anggaranya dari program PNPM-MP serta swadaya masyarakat. kedepan Desa Purwosari masih berharap bantuan-bantuan dana dari Pemerintan Kabupaten, Propinsi juga Pusat, karena masih banyak program-program pembangunan yang belum dilaksanakan