POTENSI DESA

POTENSI DAN MASALAH

 

  • POTENSI

Potensi adalah Sumber daya yang belum terdayagunakan secara optimal untuk kemajuan dan Kesejahteraan Masyarakat Desa. Pengkajian Potensi Desa adalah upaya untuk mengenali potensi SDM, SDA, dan Infrastruktur yang ada di Desa, dengan melihat :

  • Menilai seberapa besar keberadaan masing – masing potensi tersebut, seberapa besar peluang ( kemungkinan ) untuk dikembangkan
  • Seberapa besar kemanfaatan dan kemudhorotan bagi masyarakat Desa jika potensi tersebut dikembangkan, dan akhirnya menyusun peringkat prioritas pengembangan potensi Desa

 

Dari pengkajian potesi Desa berkaitan denagn sumber daya yang diklasifikasikan menjadi tiga besaran potensi Desa Purwosari yang perlu digali yakni potensi yang terkait dengan sumber daya Manusia (SDM), Sumber Daya Alam (SDA) maupun Infrastruktur.sampai saat ini, potensi Sumber Daya yang ada belum benar – benar secara optimal diberdayakan.

 

  • Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia sebagaimana telah diuraikan pada bab terdahulu , bahwa jumlah penduduk berdasarkan usia produktif, tingkat pendidikan, tingkat kesehatan dan Kesejahteraan Penduduk merupakan potensi yang luar biasa untuk dijadikan modal utama dalam proses Pembangunan di Desa Purwosari ini, namun seberapa besar potensi tersebut telah di dayagunakan dalam proses Pembangunan

 

  • Sumber Daya Alam

Potensi Sumber Daya Alam yang memadai juga merupakan modal besar dalam proses pembangunan di Desa Purwosari, namun kembali kepada kita, sejauh mana sumber daya alam yang memadai tersebut dimanfaatkan dalam proses Pembangunan.

  • Infrastruktur

3.1.3.1 Fisik

Potensi Sumber Daya yang berkaitan dengan Prasarana Fisik meliputi bangunan Gedung, Jalan, saluran air, serta Lapangan Desa juga merupakan asset besar dalam proses Pembangunan Desa Purwosari, namun sejauh mana telah dimanfaatkan dalam Proses Pembangunan.

3.1.3.2 Non Fisik

Sumber Daya Infrastruktur yang berkaitan dengan Non Fisik adalah keberadaan Lembaga-lembaga Pemerintahan Desa Non Pemerintahan ( LPMD, BPD ), Lembaga Pendidikan (TK serta SD), Lembaga Ekonomi (Kelompok Simpan Pinjam, KUD, Koperasi, Bank dll), Organisasi Masyarakat (Kelompok Tani, kader Posyandu, PKK, Karang Taruna dan Kader Pemberdayaan masyarakat/KPM)

  • Potensi Pendidikan
  • Tersedia Lembaga Pendidikan
    • PAUD : 1      kelompok
    • TK : 4      kelompok
    • SD sederajat : 6      sekolah
    • TPQ : 2      kelompok
    • Kursus non formal : 1      kelompok
  • Tersedia guru yang professional
    • Potensi Kesenian

Di Desa Purwosari tersedia beberapa potensi Kesenian diantaranya :

  • Al Barzanji :   4 kelompok
  • Seni Rebana :   3 kelompok
  • Qosidah Gambus :   1 kelompok
  • Musik Band           :   2 kelompok
  • Dangdut :   2 kelompok
    • Potensi Kesehatan
  • Tersedia 1 bidan desa yang berdomisili di Purwosari;
  • Di Desa Purwosari terdapat Kelompok Posyandu Balita sebanyak 8 Kelompok Posyandu Balita yaitu Sari Mawar, Sari Melati, Sari Cempaka, Sari ;
  • Di Desa Purwosari terdapat Kelompok Posyandu Lansia sebanyak 1 Kelompok Posyandu Lansia.
  • Di Desa Purwosari terdapat Kelompok Ibu Hamil (Bumil) sebanyak 1 Kelompok Bumil.
    • Potensi Pertanian
  • Tanah di wilayah Desa Purwosari sangat subur
  • Terdapat aliran air yang dapat mencukupi kebutuhan irigasi
  • Tersedia Poktan dan Gapoktan Desa Purwosari Tersedianya Kios Pertanian
  • Tersedia 1 Ricemill
  • Tenaga pertanian yang professional
  • Sebagian penduduk memelihara Kambing dan Unggas (Ayam, Itik, dll)
    • Potensi Perumahan
  • Tersedia tenaga kerja tukang dan kuli
  • Tersedia tenaga teknik bangunan
  • Tersedia lahan untuk perluasan pemukiman penduduk
  • Tersedia sebagian bahan bangunan

 

  • MASALAH

Masalah adalah adanya kesenjangan antara kondisi yang ada sekarang dengan kondisi ideal. Masalah bisa juga merupakan kemerosotan, kemunduran atau kerusakan suatu kondisi dari keadaan sebelumnya. Kondisi senjang atau merosot itu dipandang sebagai suatu yang tidak mengenakkan, tidak menyenangkan, menyusahkan atau bahkan membahayakan.

Pengkajian Masalah adalah upaya untuk mengidentifikasi kesenjangan antara kondisi yang ada di masyarakat dengan kondisi yang ideal yang diharapkan dan dinilai menyulitkan atau membahayakan baik berkaitan dengan keadaan alam, Sosial, Ekonomi, Keamanan, dan sebagainya.

Pengkajian Masalah juga merupakan upaya melakukan penilaian tingkat kebutuhan masing-masing masalah dengan mempertimbangkan :

  • Banyaknya warga masyarakat yang menyandang masalah tersebut
  • Luasnya serta bahaya atau dampak negative yang ditimbulkan bila masalah tersebut tidak diatasi

Pengkajian permasalahan ini didapat dari hasil Musrenbangdes penyusunan RPJM-Desa Purwosari yang menghadirkan masing-masing perwakilan dusun yang berkompeten dan mewakili unsur-unsur yang ada didalamnya dengan menggunakan alat kaji Potret Desa, Diagram Venn hubungan kelembagaan serta kalender musim. Sebagai data tambahan, upaya observasi dan wawancara dengan pihak terkait juga dilakukan.sehingga dimungkinkan tidak ada masalah, potensi dan usulan perencanaan Pembangunan Desa yang terlewatkan / tidak terakomodasi.

Semua pandangan yang muncul diinventaris, decoding dan diskorsing, untuk kemudian diurutkan berdasarkan nilai permasalahan yang mendapat skorsing terbanyak dimasing-masing bidang, karena begitu banyaknya masalah yang masuk maka diupayakan reduksi data sehingga masalah diisi benar – benar masalah pokok dan penting.

Dibawah ini beberapa permasalahan yang pokok :

  1. Aspek Lingkungan
NO

 

DAFTAR MASALAH

 

LOKASI AKIBAT KETERDESAKAN
1 Banyak terdapat kandang ternak (kambing/ayam, itik) yang menyatu dengan lingkungan permukiman RW 1-21 Menimbulkan pencemaran lingkungan (Bau yang tidak sedap) yang dapat mengganggu kesehatan Perlunya diadakan sosialisasi untuk menumbuhkan pola pikir hidup bersih dan sehat
2 Banyaknya sampah berserakan yang tidak terkelola RW 1-21 Dapat menyebabkan terjadi banjir jika hujan tiba Dilakukan pemahaman kepada warga untuk berperilaku hidup bersih dan sehat
3 Masih terdapat rumah yang tidak layak huni (RTLH) yaitu sebanyak 150 unit rumah. RW 1-21 Kondisi rumah yang tidak layak menyebabkan kesehatan penghuninya Rehab rumah tidak layak huni
4 Banyak hewan peliharaan (kambing, kuda, ayam, itik) yang tidak dikandangkan / berkeliaran di jalan RW 1-20 Menimbulkan kesan ling- kungan yang tidak bersih dan sehat (kotoran he-wan berserak-an dimana) sebagai vector penyebaran penyakit Perlunya diadakan sosialisasi untuk menumbuhkan pola pikir hidup bersih dan sehat
5 Adanya Limbah Sablon RW 5-6 Menyebabkan pencemaran lingkungan (bau menyengat, banyak lalat, nyamuk sehingga banyak msyarakat terserang penyakit ISPA, gatal-gatal Perlu adanya perhatian serius dari Pengusaha Sablon untuk segera ditangani agar tidak semakin mengganggu lingkungan permukiman

 

 

 

 

 

 

 

  1. Aspek Sarana dan Prasarana Lingkungan Permukiman

 

NO DAFTAR MASALAH LOKASI AKIBAT KETERDESAKAN
1 Masih ada warga yang belum memiliki MCK dan Jamban keluarga

 

Semua RW Sehingga mengakibatkan rumah menjadi kurang bersih dan sehat Penyediaan sarana MCK dan jamban keluarga yang layak bagi warga baik MCK umum maupun pribadi
2 Pengelolaan limbah rumah tangga kurang optimal RW 1-21 Terjadinya pencemaran limbah rumah tangga Penyediaan instalasi pengeloaan air limbah rumah tangga agar tidak mencemari lingkungan sekitar
3 Air bersih untuk konsumsi tidak layak dikonsumsi RW 1-21 Timbulnya beberapa penyakit diakibatkan mengkonsumsi air tidak layak minum Pembuatan sumur artesis (PAB)
4 Bendungan dan saluran irigasi pertanian tidak terawat dengan baik RW 6,17,18 / sawah Menurunnya Hasil pertanian warga Peningkatan /pembangunan sarana saluran irigasi untuk lahan pertanian dan perbaikan tanggul bendungan irigasi
5 Beberapa tempat kondisi jembatan sudah mulai rusak dan belum tersedia jembatan penghubung RW 1-21 Menghambat aktifitas ekonomi/ transportasi warga sehari-hari Penyediaan dan perbaikan sarana prasarana jembatan penghubung
6 Banyak lingkungan permukiman yang belum memiliki saluran pembuangan air limbah (SPAL) RW 1-21 Menimbulkan pencemaran lingkungan Dapat segera ditangani untuk pengolahan limbah
7 Saluran air hujan/ drainase belum ada, rusak dan tidak terawat dengan baik dan tidak teratur RW 1-21 Dapat menyebabkan terjadi banjir jika hujan tiba Pembangunan dan perbaikan saluran drainase
8 Jalan gang masih berupa jalan tanah / aspal tapi sudah rusak RW 1-21 Pada saat terjadi hujan, jalan menjadi becek Diharapkan segera diperbaiki (pengaspalan, paving/ rabat beton)
9 Jalan lingkungan (jalan paving) yang rusak RW 1-21  Mengganggu pergerakan masyarakat Diharapkan dapat segera diperbaiki
10 Saluran drainase yang belum selesai (terputus) Rw 5 – 6 Jika hujan air meluap ke jalan Diharapkan dapat dibangun
11 Terdapat talud yang sudah rusak Rw 1-21 Diharapkan segera diperbaiki
12 Perlu PAL listrik Rw 1-21 Masih ada war-ga yang rumah nya belum ter aliri listrik atau pun menyalur ke rumah ter dekat. Dapat segera dibangun PAL listrik
13 Tidak adanya penerangan jalan pada waktu malam hari Rw 1-21 Keamanan dan kenyamanan lingkungan menurun Perlu dibangun sarana penerangan jalan/lampu
14 Tidak tersedia bak penampungan sampah sehingga banyak warga yang membuang sampah di kebun maupun sungai Rw 1-21 Dapat menimbulkan berbagai penyakit, bau tidak sedap dan lalat. Penyediaan sarana prasarana pembuangan dan penganglutan sampah di masyarakat

 

  1. Aspek Kepemilikan Lahan dan Bangunan

 

NO

 

DAFTAR MASALAH LOKASI AKIBAT KETERDESAKAN
1 Terdapat lahan status “Bekas Rel Ban dan Bantaran Sungai” dan menggunakan lahan milik Negara Desa Warga yang menempati tidak memiliki kejelasan status administrasi status administrasi lahannya Dapat diupayakan pemecahannya dengan dukungan instansi terkait
2 Banyak tanah milik desa yang belum bersertifikat Desa Status tanah belum jelas Program sertifikat tanah
3 Banyak bangunan warga yang belum mempunyai IMB dan bersertifikat Desa Status tanah dan bangunan belum jelas Program sertifikat tanah dan IMB

 

  1. Aspek Kesehatan dan Pendidikan

 

NO DAFTAR MASALAH LOKASI AKIBAT KETERDESAKAN
A. KESEHATAN

1. masih rendahnya kesehatan balita, dan masih terdapatnya balita dan anak kurang gizi

 

 

RW 1-21

 

 

Banyak balita yang mudah terserang penyakit

 

Pemberian makanan tambahan dan dan pemberian imunisasi lengkap bagi balita warga miskin

2. Kesehatan masyarakat masih rendah sehingga terdapat ibu hamil yang kurang gizi dan vitamil RW 1-21

 

Kesehatan ibu hamil menjadi menurun dan beresiko tinggi Peningkatan kualitas ibu hamil, dengan pemberian makanan tambahan ibu hamil warga miskin dan mengadakan kelas Bumil
3. Kurang diperhatikannya kesehatan warga usia lanjut RW 1-21

 

Warga usia lanjut terlantar dan terganggu kesehatannya Peningkatan kualitas lanjut usia dengan penyuluhan akan pentingnya menjaga kesehatan lanjut usia dan pelayanan pemeriksaan dan cek kesehatan bagi lanjut usia lewat posyandu lansia dll
4. masih terdapatnya penyakit menular di masyarakat yaitu TBC dan demam berdarah atau penyakit lainnya yang disebabkan karena faktor kebiasaan pola hidup yang tidak sehat RW 1-21

 

Kualitas kesehatan warga menurun Peningkatan peningkatan mutu kesehatan bagi warga miskin dengan Penyuluhan kesehatan, pelayanan pengobatan gratis bagi warga miskin dan pemberian vitamin bagi warga
5. Lingkungan permukiman dan perumahan warga masih sangat kumuh karena kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan menjadi sangat rendah RW 1-21

 

Timbulnya berbagai penyakit Sosialisasi dan penyuluhan pentingnya pola hidup bersih dan sehat
B PENDIDIKAN

1. Adanya anak usia sekolah yang tidak menyelesaikan pendidikan hingga wajib belajar 9 tahun/anak sekolah yang putus di tengah jalan dikarenakan kesulitan biaya

 

 

RW 1-21

 

Kualitas generasi penerus yang rendah

 

Penyuluhan tentang pentingnya dikdas dan pemberian beasiswa kepada anak yang kurang mampu

2. Mutu prasarana dan sarana pendidikan kurang memadai Rw 1-21 Menurunnya prestasi pendidikan anak sekolah Rehab dan pembangunan sarana pendidikan baik SD, TK maupun PAUD
3. Adanya anak putus sekolah yang tidak lancar baca tulis, bahkan ada yang buta huruf khususnya warga miskin Rw 1-21 Kualitas generasi penerus yang rendah Penyediaan fasilitas kejar paket
4. Banyak warga yang berpendidikan rendah kurang memiliki ketrampilan kerja Rw 1-21 Penghasilan warga menurun Penyelenggaraan pelatihan2 ketrampilan bekerja bagi warga berpendidikan rendah
5. Rendahnya kesejahteraan tenaga pendidik RW 1-21 Kualitas pendidikan menurun Pengadaan anggaran untuk insentif pendidik

 

  1. Aspek Pelayanan Publik
NO DAFTAR MASALAH LOKASI AKIBAT KETERDESAKAN
1 Membutuhkan sarana pendidikan Madrasah serta tenaga pengajarnya (guru ngaji) Rw 1-21 anak –anak kurang maksimal dalam mendapatkan pendidikan agama Untuk dapat diberikan tunjangan/honot bagi guru madrasah , TPQ maupun majlis ta’lim
2 Membutuhkan Sarana Olah raga (lapangan sepakbola) / GOR Rw 06 Masyarakat menggunakan lahan pekarangan yang ada Untuk dapat dibuatkan sarana tempat OR yang memadai
3 Fasilitas pelayanan kesehatan yang terdapat di Desa Purwosari satu – satunya Cuma ada 1 PKD dengan kondisi bangunan yang tidak memenuhi standard, Desa Pelayanan kesehatan masyarakat Desa Purwosari kurang terlayani Pembangunan fasilitas kesehatan sehingga masyarakat lebih maksimal dalam mendapatkan pelayanan kesehatan
4 Ruang balai desa ada yang belum rapi dan kondisinya rusak Desa Pelayanan masyarakat terganggu Rehab ruang kantor balai desa

 

  1. Aspek Pengembangan Ekonomi

 

NO

 

DAFTAR MASALAH LOKASI AKIBAT KETERDESAKAN
1 Kurangnya pengetahuan dan ketrampilan masyarakat untuk hasil pertanian yang ada Semua RW Masyarakat memasarkan hasil tersebut tanpa diolah sehingga nilai jualnya rendah Diadakan pelatihan sbg peningkatan ketrampilan pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan perekonomian masyarakat
2 Hasil pertanian yang berkurang karena cuaca ,kondisi tanah yang kurang subur/sering banjir dan kekeringan RW 6,17,18

/sawah

Petani mengalami kerugian Petani perlu diberikan pengetahuan sebagai alternative apabila terjadi musim paceklik
3 Masih kurangnya modal usaha bagi warga yang bekerja sebagai pedagang kecil RW 1-21

 

Modal Usaha perdagangan kecil menjadi terkendala Pengadaan pinjaman bergulir bagi warga miskin produktif
4 Masih banyak warga di usia produktif yang tidak memiliki ketrampilan dan berusaha RW 1-21

 

Warga tidak mempunyai penghasilan dan menganggur Pelatihan ketrampilan kerja
5 Kebanyakan masyarakat miskin mata pencahariannya hanya menjadi kuli kasar RW 1-21

 

Penghasilan warga kecil Pelatihan pembukuan serta strategi pemasaran produk hasil usaha
6 Keluarga miskin terjebak dengan pengelolaan keuangan keluarga yang tidak efisien RW 1-21

 

Warga tidak bisa memiliki tabungan hanya hutang yang ditumpuk Pelatihan pengelolaan ekonomi rumah tangga

 

Potensi Dan Masalah

  • Sumber daya Alam

Potensi yang dimiliki desa Purwosari adalah sumberdaya alam yang dimiliki desa seperti lahan kosong, sungai, rawa, sawah,perkebunan, laut, hutan, pegunungan yang pada saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

  • Sumber daya manusia

Potensi yang dimiliki desa Purwosari adalah tenaga, kader kesehatan,kader pertanian, dan tersedianya SDM yang memadai ini bisa dilihat dari tabel tingkat pendidikan di atas.

  • Sumber daya sosial

Potensi sumber daya sosial yang dimiliki Desa Purwosari adalah banyaknya lembaga-lembaga yanga ada dimasyarakat seperti LPM,LKM Gapoktan, Kelompok Pengajian, Arisan, Kelompok Simpan Pinjam,Posyandu,Karang Taruna ,Risma ,dan lani-lain.

  • Sumber daya ekonomi

Potensi sumber daya ekonomi yang dimiliki Desa Purwosari adalah adanya Lahan-Lahan Pertanian, Perkebunan, maupun Peralatan Kerja Seperti Peternakan,Perikanan.

 

Desa Purwosari Permasalahan Secara Umum dijabarkan Sebagai Berikut :

  • Bidang Sarana Prasarana Fisik
    1. Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam berswadaya dan pemeliharaan bangunan
    2. Lokasi Pembangunan yang tidak merata sehingga menimbulkan kecemburuan sosial
    3. Pembangunan yang kurang berdasarkan pada skala prioritas tetapi masih berdasar keinginan
    4. Masih terbatasnya dana pembangunan desa yang dikelola desa
  • Bidang Ekonomi
    1. Belum adanya pengembangan terhadap potensi ekonomi desa
    2. Belum adanya pemasukan dana secara maksimal
    3. Terbatasnya dana untuk modal
  1. Belum adanya pendidikan ketrampilan bagi masyarakat
  • Bidang Sosial Budaya
    1. Pembangunan Non Fisik / Moral yang masih terabaikan
    2. Belum optimalnya pengembangan budaya lokal desa
  • Bidang Pemerintahan
    1. Terbatasnya Sumber Daya Manusia dalam pelaksanaan Pemerintahan
    2. Pelaku-pelaku pemerintahan belum secara jelas mengetahui tugas pokok dan fungsi
    3. Pelayanan masyarakat yang masih bersifat sentralistik
    4. Sistem pemerintahan ditingkat yang paling bawah (RT) belum dapat berjalan optimal
    5. Buku Administrasi yang belum dimanfaatkan secara optimal.

 

  • Bidang Kesehatan
    1. Belum adanya tempat pelayanan kesehatan ( PKD ) yang memadai
    2. Pemanfaatan Posyandu yang belum optimal
    3. Kegiatan kader posyandu yang masih bersifat perjuangan dan masih tergantung pada petugas kesehatan
    4. Belum terbentuk lembaga pelayanan kesehatan masyarakat
  • Bidang Kelembagaan
    1. Masih rendahnya pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi dari kelembagaan desa
    2. Tingkat pertemuan / Rapat Koordinasi yang masih kurang
    3. Belum tersusunnya rencana kegiatan / program kerja
    4. Buku pedoman tentang kelembagaan yang kurang
  • Bidang Kamtibmas
    1. Kegiatan masyarakat dalam Siskamling belum optimal
    2. Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam mentaati aturan
    3. Kurangnya kebersamaan dalam penanganan permasalahan
  • Bidang Lingkungan Hidup
    1. Masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam pemeliharaan lingkungan
    2. Belum tersedianya tempat pembuangan sampah yang memadai
    3. Pemanfaatan air bersih oleh masyarakat belum optimal
    4. Pelestarian lingkungan hidup yang masih kurang
  • Bidang Partisipasi Masyarakat
    1. Partisipasi masyarakat dalam pertemuan masih kurang
    2. Kegiatan Gotong royong yang masih Kura
    3. Masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam kegiatan sosial
  • Bidang Pertanian
    1. Saluran irigasi yang belum tertata dengan baik
    2. Perkumpulan petani belum berjalan dengan baik
    3. Kekurangan air pada musim kemarau
  • Bidang Hukum
    1. Masih dijumpai pelanggaran terhadap peraturan yang ada
    2. Penegakan hukum yang masih kurang
    3. Alergi terhadap aparat penegak hukum
  • Bidang Perindustrian dan Perdagangan
  1. Home Industri yang belum dikembangkan
  2. Kesulitan dan penambahan modal
  • Bidang Pertanahan
    1. Masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuat hak milik / sertifikat
    2. Pemasangan tanda batas tanah yang kurang jelas